MANFAATKAN POTENSI PAKAN LOKAL SEBAGAI PAKAN KELINCI

MANFAATKAN POTENSI PAKAN LOKAL  SEBAGAI PAKAN KELINCI

Kelinci adalah hewan pengerat yang cantik dan menggemaskan, sehingga banyak orang yang ingin memeliharanya baik sebagai hoby maupun untuk usaha.  Klasifikasi ilmiah dari kelinci yaitu Kerajaan animalia, Superfilum chordata, Filum vertebrata, Kelas mammalia, Ordo longomorpha, Famili leporidae dan ochtonidae.

Agar kelinci bisa tumbuh dengan baik tentu harus diberikan pakan yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Semakin banyak variasi jenis pakan yang diberikan maka akan semakin terpenuhi kebutuhan nutrisinya, karena antar jenis bahan pakan yang satu dengan yang lain saling melengkapi. Pemberian pakan murah dan mudah diperoleh merupakan pilihan yang tepat agar biaya pakan dapat ditekan.  Pakan kelinci tidak selalu harus pakan produksi pabrik yang tentu mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Sebaiknya memanfaatkan potensi pakan lokal yang ada di sekitar lokasi pemeliharaan kelinci.

Pakan lokal untuk kelinci banyak tumbuh disekitar kita baik umbi-umbian, rumput maupun leguminosa. Berikut ini diantara bahan pakan lokal kelinci yang mudah diperoleh di Kabupaten Lebak :

A.  Araey (Micania micrantha)

Mikania disebut juga araey, ada juga yang menyebutnya sambung rambat atau  ada juga yang menyebutnya ben-ben.  Penyebutan nama lain dari mikania berbeda antar  daerah yang satu dengan daerah yang lain. Tanaman ini berkembangbiak dengan biji atau melalui potongan batang.  Mikania termasuk famili Asteracea. Mikania memimiliki daun yang agak lebar dan batang yang menjalar berwarna hijau muda hingga tua, setiap ruas terdapat sepasang daun, tunas dan kadang bunga.

Mikania merupakan tanaman merambat yang banyak tumbuh liar di kebun yang kurang terurus.  Tumbuhan ini dianggap gulma oleh petani karena dapat mengganggu tanaman pokok. Tanaman ini tumbuh dengan melilit pohon disekitarnya sehingga bisa menghambat pertumbuhan pohon atau tanaman yang dililit.  Kerusakan yang ditimbulkan bisa menyebabkan kematian pada pohon yang dililit. Pemilik lahan akan senang jika mikania yang tumbuh liar dilahan yang dia miliki diambil oleh orang lain. 

Mikania sangat cocok dijadikan pakan kelinci. Berdasarkan pengalaman selama memelihara kelinci bahwa pemberian mikania sebagai pakan kelinci menunjukkan pertumbuhan kelinci yang baik.  Mikania memiliki palatablitas yang sangat baik, pemberian mikania sebagai pakan pada kelinci tidak perlu adaptasi, pertama kali diberikan mikania pada kelinci biasanya langsung dimakan. 

Kandungan nutrisi mikania yaitu Bahan Kering 10,82 %, Air 89,18 %, Protein 17,18 %, Energi 3.636 Kcal/%, Calsium 0,02 % dan P 0,74%. (Adnyani, at al, 2018). Jika dilihat dari kandungan nutrisi, mikania memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik. Sehingga mikania sangat cocok dijadikan pakan kelinci. Namun sebaiknya jangan dijadikan sebagai pakan tunggal bisa dicampur dengan bahan baku pakan yang lain.

 

  1. Kelor (moringa Oleifera)

Kelor merupakan tanaman berbentuk pohon, batang utamanya berbentuk lurus bisa mencapai 12 meter, cabang akan muncul apabila dilakukan pemotongan pada batang. Kelor mudah ditemukan terutama di pedesaan, kelor biasanya banyak ditanam sebagai pagar pembatas lahan karena tanaman ini sangat mudah tumbuh.  Perkembangbiakanya bisa dengan stek maupun dengan biji. Daun kelor ukuranya kecil-kecil dan berbentuk bulat lonjong. Memiliki bunga yang berwarna putih, sedangkan buahnya berbentuk polong dan terisi beberapa biji yang berjajar.

Kelor memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik, berbagai jenis kandungan nutrsisi terkandung didalamnya. Ada sebagian orang menyebut kelor sebagai tanaman dewa karena kandungan nutrisinya yang sangat tinggi, sehingga kelor sangat cocok dijadikan pakan kelinci.  Daun kelor memiliki Protein kasar 16-29 % (panjaitan, T., 2010). Penggunaan sebanyak 60% dari pakan dasar rumput berpeluang memberikan partambahan bobot badan yang optimal (Muzani, A. dan Panjaitan, S., 2011).

  1. Kulit Pisang dan Daun Pisang

Pisang sangat mudah ditemukan diperkebunan milik masayarakat. Banyak petani menanam pisang di lahan miliknya. Pohon pisang mudah tumbuh dan mudah pula dalam pemeliharaan. Pisang berkembangbiak dengan tunas. Tumbuhnya tunas-tunas baru akan membentuk rumpun. Satu kali menanam bisa panen berkali-kali karena perkembangbiakannya cepat terutama di lahan yang subur.

Pohon pisang setelah diambil buahnya kemudian batang dan daunya biasanya tidak dimanfaatkan oleh petani sehingga menjadi limbah.  Pisang yang telah dipanen akan diperam sampai matang, setelah matang langsung dikonsumsi atau terlebih dahulu diolah sebelum dikonsumsi. Setelah daging buahnya diambil, kulit pisang akan dibuang atau menjadi limbah.  Kulit pisang banyak terdapat pada usaha pengolahan buah pisang atau hasil konsumsi dari rumah tangga.  Kulit pisang ini yang akan dimanfaatkan sebagai pakan kelinci.

Kulit pisang memiliki berbagai jenis kandungan nutrisi sehingga sangat cocok dijadikan pakan kelinci. Menurut Kato (1995) Kandungan gizi kulit pisang segar adalah sebagai berikut Protein Kasar 6,56 %, Lemak 6,7 %, Serat kasar 15,32 % Abu 11,15 %. Kalau dilihat dari kandungan nutrisi diatas kulit pisang sebaiknya jangan dijadikan pakan tunggal, kulit pisang bisa dikombinasikan dengan jenis pakan yang lain misalnya dengan kelor atau mikania.

Selain kulit pisang, limbah dari tanaman pisang yang dapat dijadikan pakan kelinci adalah daun pisang.  Daun pisang bisa langsung diberikan pada kelinci atau diolah terlebih dahulu, misalnya dijadikan tepung. Kandungan nutrisi daun pisang sebagai berikut : Protein kasar 9,24%, Lemak kasar 11,36%, Serat kasar 11,74%, BETN 45,15%, Abu 15,52%, Ca 0,19%, F 0,33 % dan Energi (kka/kg) 3810  (Harmain, 1986).  Jika dilihat dari kandungan nutrisi daun pisang memiliki kandungan energi yang cukup tinggi namun kandungan protein masih perlu penambahan sehingga penggunaan daun pisang sebagai pakan kelinci perlu dicampur dengan pakan yang lain.

Masih banyak potensi pakan lokal yang bisa diberikan pada kelinci yang mudah diperoleh, misalnya ubi jalar, singkong, kulit buah coklat dan lain-lain.  Semoga peternak kelinci dapat memanfaatkan potensi pakan lokal yang ada disekitar sebagai pakan kelinci. “PETERNAK SEJAHTERA LEBAK JAYA”

 

DAFTAR PUSTAKA

Andayani. I. P. D. at al  (2018) Nilai nutrisi jenis-jenis tumbuhan pakan rusa timor  

          (Cervus timorensis) di penangkaran Bangsing, pupuan, tabanan, Bali.

          Jurusan Biologi FMIPA. Universitas Udayana. Bali.

 

Harmain. A. E. (1986) Pengaruh penggunaan tepung daun pisang sebagai bahan

          makanan tambahan dalam ransum ayam petelur fase grower. Fakultas

          Peternakan Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Kato. A. A. (1995) Pengaruh kulit pisang sebagai pakan pada sapi peranakan onggol.

          Balitnak. Ciawi. Bogor.

Muzani, A. dan Panjaitan, S. (2011)  Nilai Kelor Sebagai Pakan Ternak Sapi. BPTP   

          Balitbangtan. NTB.

Terkait

Komentari

Surel Anda tetap rahasia. Kolom yang harus diisi ditandai dengan *
Anda boleh menggunakan label dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Berita
Log In
Pegawai
Harga Produk Hewan
Harga Komoditas